Produksi adalah suatu kegiatan ekonomi untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Kegiatan produksi merupakan kegiatan ekonomi yang memadukan berbagai faktor produksi melalui suatu proses tertentu yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu perusahaan. Faktor produksi yang dipadukan dalam proses produksi terdiri dari empat hal: Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Modal, dan Keterampilan (Skill).
kegiatan produksi rotan
kegiatan produksi rotan
Hasil dari kegiatan produksi dibedakan menjadi dua macam, yaitu barang dan jasa. Barang yang dihasilkan berupa barang konsumsi dan barang produksi. Yang dimaksud dengan barang konsumsi adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan barang produksi adalah semua barang yang digunakan untuk menghasilkan barang lain atau untuk menambah nilai guna suatu barang.

1. Unsur-Unsur Produksi

Terdapat tiga unsur produksi yaitu input, proses, dan out put yang bisa digambarkan sebagai berikut:

Input -> Proses Produksi -> Output

Input adalah segala sesuatu yang akan diolah, sedangkan proses produksi adalah kegiatan yang mengubah atau mengolah input menjadi output, adapun output adalah hasil dari proses pengolahan.

2. Faktor-Faktor Produksi

Faktor produksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor produksi asli yang terdiri dari Sumber Daya Alam (SDA) dan tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia (SDM), dan faktor produksi turunan yang terdiri dari modal dan jiwa kewirausahaan atau keterampilan (Skill).

Keempat faktor produksi di atas akan diuraikan dalam penjelasan sebagai berikut:

1) Sumber Daya Alam (SDA)
Faktor produksi alam adalah semua bahan di alam yang diperlukan dalam proses produksi. Faktor alam atau SDA biasanya berupa bahan mentah atau bahan baku, tanah tempat berlangsungnya proses produksi, barang tambang ataupun yang lainnya.

2) Sumber Daya Manusia (SDM)
SDM adalah sumber daya berupa tenaga kerja yang dapat melakukan suatu kegiatan, baik bersifat rohani maupun jasmani dan ditujukan untuk semua kegiatan produksi. SDM merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi kelangsungan produksi karena sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan penentu terlaksana atau tidaknya suatu kegiatan produksi. Tanpa tenaga kerja, kegiatan produksi tidak akan berjalan, apalagi proses produksi yang belum banyak menggunakan teknologi mesin. Terdapat beberapa jenis tenaga kerja sebagai berikut.

  1. Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang mendapatkan pengetahuan dan ilmunya melalui proses pendidikan. Contoh tenaga kerja terdidik di antaranya guru dan dokter.
  2. Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang mendapatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui proses latihan-latihan tertentu. Contoh tenaga kerja terlatih adalah tukang jahit dan montir mobil.
  3. Tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih yaitu tenaga kerja yang memperoleh pengetahuannya tanpa melalui proses pendidikan ataupun latihan. Contoh kuli bangunan dan tukang sapu.

3) Modal
Modal merupakan faktor produksi yang digunakan untuk memperlancar kegiatan produksi selanjutnya. Faktor modal ini dapat berupa uang, ataupun barang modal seperti mesin-mesin, kendaraan, dan bangunan gedung. Barang-barang modal yang digunakan dalam proses produksi dapat dibedakan menjadi berikut ini.
  1. Modal tetap yaitu barang modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali, seperti mesin-mesin dan kendaraan.
  2. Modal lancar yaitu barang-barang modal yang penggunaannya habis dalam satu kali kegiatan produksi, seperti bahan mentah, bahan baku, dan uang.

4) Kewirausahaan dan Keterampilan (Skill)
Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan suatu sikap mental. Adapun orang yang memiliki sifat ini disebut wirausaha atau entrepreneur. Wirausaha berasal dari dua kata, yakni wira yang artinya berani, gagah, teladan, dan usaha yang artinya suatu kegiatan atau aktivitas untuk menghasilkan sesuatu.
Kewirausahaan atau sering diistilahkan dengan entrepreneurship adalah suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif. Ada juga yang mengartikan penerapan dari kreativitas dan keinovasian. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan berpikir tentang sesuatu yang baru. Adapun keinovasian diartikan sebagai kemampuan bertindak tentang sesuatu yang baru.

3. Etika Ekonomi dalam Memanfaatkan Faktor Produksi

Setiap produsen dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi atau faktor produksinya perlu senantiasa memerhatikan aspek etika pemanfaatan agar keberadaannya tetap terpelihara dan efek dari penggunaan faktor produksi tersebut tidak menjadi polusi bagi lingkungan. Upaya pemanfaatan sumber daya ekonomi atau faktor produksi yang sesuai dengan etika ekonomi di antaranya sebagai berikut:

1) Sumber Daya Alam (SDA)
Dalam proses pemanfaatan sumber daya alam, para produsen hendaknya bertindak arif dan bijaksana karena tidak semua sumber daya alam dapat diperbarui. Untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak bumi dan batu bara, produsen harus memanfaatkan sebaik dan seefisien mungkin agar keberadaannya tetap terpelihara. Adapun untuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, produsen hendaknya memanfaatkannya secara tepat dan jangan sampai menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia, seperti penebangan kayu secara besar-besaran tanpa perhitungan dapat menimbulkan bencana banjir dan longsor.

2) Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam pemanfaatan SDM, produsen hendaknya memerhatikan unsur-unsur kemanusiaan jangan sampai kita memorsir tenaga kerja tanpa memerhatikan batas kemampuan dan keahliannya. Karena itu dalam pelaksanaannya, kita harus memilih tenaga kerja yang sesuai dengan keterampilannya serta diberdayakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

3) Modal
Dalam pemanfaatan faktor modal, produsen hendaknya mengelolanya sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan ekonomi biaya tinggi atau melakukan proses produksi dengan biaya yang mahal dan hasil yang minimal. Aspek efisiensi atau hemat dan penuh perhitungan dalam pengeluaran menjadi faktor penting dalam pengelolaan sumber daya modal. Setiap pengeluaran modal hendaknya didasarkan oleh perencanaan dan pencatatan yang baik.

4) Kewirausahaan
Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa kewirausahaan adalah suatu sikap mental, atau suatu kemampuan dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dapat dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, dan kiat dalam kegiatan produksi. Dalam proses pemanfaatan faktor ini, hendaknya diupayakan adanya proses pemeliharaan melalui pembinaan dan proses latihan terus-menerus serta pengkajian yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga muncul pengembangan dan penemuan hal-hal baru yang dapat bermanfaat dalam proses peningkatan kualitas produksi.

4. Upaya Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Produksi

Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia terhadap hasil-hasil produksi akan terus bertambah, baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dengan demikian, peningkatan mutu dan jumlah produksi harus selalu ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, yaitu sebagai berikut:

1) Intensifikasi
Intensifikasi yaitu suatu upaya untuk meningkatkan hasil produksi, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dengan cara memperbaiki metode kerja dan meningkatkan produktivitas faktor produksi yang digunakan. Contohnya dalam bidang pertanian. Untuk meningkatkan hasil produksi dapat dilakukan dengan menerapkan program panca usaha tani seperti memilih bibit unggul, penggunaan pupuk yang tepat, pemberantasan hama, pengairan yang cukup, menggunakan mesin-mesin pertanian serta penggunaan teknologi tepat guna.

2) Ekstensifikasi
Ekstensifikasi yaitu suatu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dengan cara menambah faktor-faktor produksi. Contohnya dalam bidang industri tekstil. Untuk menambah hasil industri, dilakukan upaya penambahan tenaga kerja, penambahan bahan baku atau penggantian mesin-mesin produksi dengan mesin yang lebih mutakhir.

3) Diversifikasi
Diversifikasi yaitu suatu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi dengan cara mengembangkan atau menambah keanekaragaman jenis hasil produksi. Contohnya dalam bidang industri minuman. Asalnya hanya menghasilkan satu rasa, dalam rangka meningkatkan kuantitas produksi ditambah menjadi lima rasa sehingga terdapat lima pilihan bagi konsumen untuk menikmatinya.

4) Rasionalisasi
Rasionalisasi yaitu suatu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi dengan cara menerapkan sistem manajemen yang lebih efektif dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya untuk menghemat tenaga manusia, digunakan mesin-mesin baru.