Negara Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak potensi sumber daya alam, baik di darat maupun di laut. Indonesia memiliki bentang alam yang lengkap dan bervariasi. Secara fisik hampir semua bentang alam yang ada di Indonesia menampakan panorama alam yang sangat indah.

1. Letak Geografis Indonesia

Letak geografis yaitu letak suatu daerah dibandingkan dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. Secara geografis wilayah Indonesia berada di antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta berada di antara dua jalur pegunungan lipatan muda, yaitu pegunugan lipatan muda Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteranea.

Letak geografis Indonesia sangat strategis sehingga memberikan beberapa keuntungan, diantaranya banyak pelabuhan yang ramai dilalui jalur pelayaran internasional antarsamudra. Ditambah dengan adanya kekayaan flora dan fauna dan sumber mineral seperti minyak bumi, batu bara, besi nikel, dan emas yang menunjang perekonomian Indonesia. Indonesia pun memiliki banyak potensi sumber tambang yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan penduduknya.

Indonesia termasuk wilayah yang dilalui garis khatulistiwa sehingga memiliki tipe iklim tropis yang lembap dan memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai bulan April dan musim kemarau terjadi di luar bulan tersebut. Hal tersebut terjadi disebabkan adanya pola pergerakan angin di kepulauan Indonesia yang bertiup dari arah ekuator.

Di wilayah Indonesia juga bertiup angin muson atau angin musim, yaitu angin yang terjadi akibat pengaruh perbedaan tekanan udara antara benua dan lautan. Proses terjadinya angin muson dipengaruhi oleh posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra. Angin muson terdiri dari angin muson barat dan angin muson timur. Angin muson timur bergerak dari Australia menuju Asia melalui Indonesia. Angin muson timur mengandung uap air yang relatif rendah disebabkan hanya melalui beberapa laut yang sempit.

Dengan demikian, pada saat terjadinya angin muson ini, Indonesia mengalami musim kemarau. Adapun angin muson barat bergerak dari Asia menuju Australia melalui Samudra Hindia. Angin muson barat mengandung uap air yang relatif tinggi sehingga pada saat terjadinya angin muson ini, Indonesia mengalami musim hujan.
Wilayah daratan Indonesia terdiri dari pulau-pulau, baik pulau yang besar maupun yang kecil. Jumlahnya diperkirakan mencapai 18.110 pulau sehingga Indonesia sering dinamakan negara kepulauan. Luas daratan wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 1.904.569 km2 . Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan negara yang paling luas.

2. Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis yaitu letak suatu daerah berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yaitu garis khayal yang memanjang dari barat ke timur sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur yaitu garis khayal yang membujur dari utara ke selatan.

Secara astronomis, Indonesia berada pada 60LU-110LS dan 950 BT-1410BT. Adapun berdasarkan garis bujur, Indonesia berada di belahan bumi bagian timur, sedangkan berdasarkan letak lintangnya berada di belahan bumi selatan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan letak astronomis Indonesia beserta wilayah yang dilewatinya:

a. Batas paling utara 6o 08’ LU tepat melewati Pulai Weh yang terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

b. Batas paling selatan 11o 15’ LS tepat melewati Pulau Rote yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

c. Batas sebelah barat 95o 45’ BT melewati Pulau Beureuh yang terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

d. Batas sebelah timur 141o 05’ BT melewati Sungai Fly dan Sungai Merauke di Provinsi Papua.
Letak astronomis memiliki beberapa pengaruh terhadap dinamika kehidupan. Di antaranya wilayah berada di zona iklim tropis serta Indonesia terbagi menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) yang meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah; Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi; dan Waktu Indonesia Bagian Timur yang meliputi wilayah Maluku dan Papua.