Pada saat kamu membutuhkan pakaian, pasti memerlukan bantuan orang lain untuk membuatkanya, paling tidak kamu datang ke pasar menemui penjual pakaian lantas membelinya. Sama halnya ketika orang tua kamu akan berpindah rumah, pasti memanggil teman atau tetangga untuk membantu mengangkut barang-barang. Mengapa hal tersebut terjadi? Hal tersebut terjadi karena manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dan bermasyarakat (zoon politocon).

Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk ekonomi. Dalam perjalanan hidupnya, manusia tidak akan terlepas dari upaya pemenuhan kebutuhan. Ekonmi pada dasarnya adalah upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan, setiap hari manusia berupaya untuk memenuhi kebutuhan agar keberlangsungan hidupnya tetap terjaga. Dengan demikian, jelaslah bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi.

Kebutuhan manusia akan tercapai apabila manusia dapat menyelaraskan perannya sebagai makhluk sosial (homo socius) dan makhluk ekonomi (homo economicus). Jika kamu perhatikan, kebutuhan manusia sangatlah banyak, ketika satu kebutuhan terpenuhi muncul kebutuhan lainnya, kepuasan maksimalpun terus dikejar oleh manusia dalam setiap upaya pemenuhan kebutuhannya. Dalam proses pemenuhan dari setiap kebutuhannya, manusia tidak mungkin melakukanya secara sendirian, melainkan pasti memerlukan bantuan dari manusia lainnya.

Sejak lahir manusia sudah memerlukan bantuan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, seorang bayi yang baru lahir pasti semua kebutuhannya akan dipenuhi oleh orang lain yakni ibunya, seiring dengan bertambahnya usia dan kehidupan yang terus berjalan, maka kebutuan manusia akan semakin bertambah banyak seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan seterusnya. Semakin maju peradaban manusia, maka kebutuhan manusiapun akan semakin banyak dan ketergantungan terhadap orang lain pun semakin tinggi, bahkan sampai ia mati pun tidak akan terlepas dari peranan orang lain.

Adam Smith sebagai bapak ilmu ekonomi, mengungkapkan bahwa manusia adalah homo economicus atau manusia ekonomi. Artinya, manusia adalah makhluk ekonomi dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya serta senantiasa berusaha secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhannya secara maksimal.

Adam Smith