Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pun semakin berkembang sehingga ilmu ekonomi pun semakin berkembang menjadi ilmu modern yang banyak memberikan manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia.

Dalam ilmu ekonomi, kita ketahui bahwa terdapat ketidakseimbangan antara jumlah alat pemuas kebutuhan dengan banyaknya kebutuhan manusia. Dengan kata lain, terdapat kelangkaan (scarcity) sumber daya sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia sehingga diperlukan keterampilan memilih dan menentukan skala prioritas kebutuhan.
pedagang pasar tradisional

Kebutuhan adalah sejumlah keinginan manusia yang harus dipenuhi dan jika tidak terpenuhi dapat mengakibatkan efek negatif bagi keberlangsungan hidupnya. Kebutuhan manusia sangat banyak dan beraneka ragam. Secara umum dapat dikelompokkan berdasarkan intensitas, sifat, waktu, wujud, dan subjeknya.

1. Kebutuhan berdasarkan intensitasnya

a. Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi sebelum memenuhi kebutuhan yang lain, contoh: kebutuhan akan makanan, pakaian, dan rumah.
b. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap yang baru akan dipenuhi jika kebutuhan primer sudah terpenuhi, contoh: kebutuhan rekreasi atau barang pelengkap seperti TV, radio, sepeda motor.
c. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang sifatnya lebih kepada kesenangan yang akan dipenuhi jika kebutuhan primer dan sekunder telah terpenuhi, contoh: membeli mobil mewah, liburan ke luar negeri, membangun vila untuk tempat peristirahatan keluarga.

2. Kebutuhan berdasarkan sifatnya

a. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh benda-benda secara fisik atau lahiriah, contoh: kebutuhan akan makan, minum, tidur, olahraga
b. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dipenuhi untuk tuntutan jiwa/rohani tidak secara fisik, contoh: kebutuhan siraman agama, kebutuhan pendidikan, rekreasi, dan mendengar musik.

3. Kebutuhan berdasarkan waktunya

 a. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi sekarang juga dan tidak bisa ditunda, contoh: obat untuk orang sakit.
b. Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan sekarang dengan tujuan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pada masa yang akan datang, contoh: menabung untuk hari tua, asuransi.

4. Kebutuhan berdasarkan wujudnya

a. Kebutuhan material/berwujud adalah kebutuhan terhadap barang-barang yang sifatnya dapat dirasakan oleh panca indra, contoh: makanan, pakaian, rumah.
b. Kebutuhan immaterial adalah kebutuhan terhadap barang-barang yang sifatnya tidak dapat dirasakan bentuk fisiknya, contoh: liburan, rekreasi, mendengarkan musik.

5. Kebutuhan berdasarkan subjeknya

a. Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan oleh seseorang secara pribadi, contoh: kebutuhan makanan tertentu, kebutuhan obat tertentu, kebutuhan kacamata.
b. Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan secara bersama oleh kelompok tertentu, contoh: kebutuhan akan tempat ibadah, kebutuhan kebersihan lingkungan.
Apabila kita perhatikan lebih jauh, setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang sangat memengaruhi kebutuhannya. Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang, maka tingkat kebutuhannya akan semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah tingkat ekonomi seseorang, maka kebutuhannya pun cenderung sedikit. Contohnya orang dengan golongan ekonomi lemah pemenuhan kebutuhannya akan lebih terfokus pada kebutuhan primer seperti kebutuhan akan makanan. Sebaliknya, orang yang tingkat ekonominya sudah tinggi, maka fokus kebutuhannya biasanya sudah bukan kebutuhan primer lagi. Mereka sudah terfokus pada kebutuhan yang sifatnya tertier, seperti perhiasan atau barang mewah lainnya.

2. Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Dalam suatu masyarakat tertentu, semakin tinggi status sosial seseorang, maka akan semakin banyak kebutuhannya. Perbedaan budaya juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Contohnya bagi masyarakat perkotaan yang sibuk dengan profesinya, layanan usaha bidang laundry sudah menjadi kebutuhan tersendiri, terlebih bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki pembantu di rumahnya. Hal tersebut lain halnya dengan masyarakat di pedesaan.

3. Keadaan Fisik
Keadaan fisik akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan seseorang. Perbedaan fisik dan jenis kelamin akan menentukan kebutuhan setiap orang. Contohnya orang yang tubuhnya besar biasanya akan membutuhkan makanan lebih banyak dibandingkan orang yang tubuhnya kurus. Perempuan membutuhkan kosmetik, sedangkan laki-laki tidak.

4. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang biasanya kebutuhannya pun semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah pendidikan seseorang, maka kebutuhannya pun tidak sebanyak orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Misal, seseorang yang pendidikannya sampai perguruan tinggi, maka akan lebih banyak membutuhkan biaya dan alat pendidikan seperti buku dibandingkan dengan orang yang pendidikannya sampai SMP.

5. Intensitas Kebutuhan
Intensitas (mendesak atau tidak mendesak) kebutuhan akan sangat menentukan jumlah kebutuhan seseorang. Semakin mendesak kebutuhan, maka biasanya tingkat kebutuhan akan semakin meningkat. Sebaliknya, semakin tidak mendesak kebutuhan, maka tingkat kebutuhan akan semakin menurun. Contohnya pada musim hujan orang membutuhkan payung sehingga permintaan terhadap payung akan meningkat.

6. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
Kemajuan Iptek akan sangat memengaruhi kebutuhan seseorang. Seperti berkembangnya teknologi di bidang ponsel (telepon seluler) mendorong seseorang mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk mendapatkan ponsel dalam rangka lebih lancarnya komunikasi dengan sahabat atau rekan kerjanya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau yang memiliki intensitas kesibukan yang tinggi, biasanya intensitas kebutuhan akan hasil teknologi semakin tinggi pula.

7. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan yang ditetapkan pemerintah dapat memengaruhi kebutuhan seseorang terhadap suatu barang. Contohnya ketika harga beras tinggi dan pemerintah menetapkan adanya operasi pasar besar murah, maka hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk berbelanja lebih banyak beras.